Binkam

Pisah Sambut Kapolda NTB, Polres Bima Tampilkan Budaya Tradisional Bima “Ntumbu” Adu Kepala

×

Pisah Sambut Kapolda NTB, Polres Bima Tampilkan Budaya Tradisional Bima “Ntumbu” Adu Kepala

Sebarkan artikel ini

Bima, NTB (28/10) – Ada momen menarik yang langka, namun luput dari sorotan pemberitaan media saat acara pisah sambut Kapolda NTB lama, Irjen Drs Djoko Poerwanto , dengan Kapolda Baru, Irjen Pol Drs. R.Umar Faroq SH, M.Hum., yang digelar di Lapangan Apel Bhara Daksa Mapolda NTB Jum,at (27/10/23) sekira pukul 08.00.Wita Kemarin.

Pasalnya dalam Apel kehormatan pisah sambut guna penyambutan terhadap Kapolda NTB, Irjen Pol.Drs. R. Umar Faroq SH., M.Hum, serta pelepasan terhadap Kapolda sebelumnya, Irjen Pol Drs Djoko Poerwanto M.Si yang telah dilantik sebagai Kapolda Kalimantan Tengah Polres Bima menampilkan atraksi (Taji tuta)/Adu Kepala.

Momen menarik dimaksud, tatkala Wakapolres Bima, Kompol Abdurahman, S.Pd ikut bergabung menjadi salah satu pelakon dalam deretan pemain atraksi Adu Kepala yang sengaja dihadirkan untuk memeriahkan acara pisah sambut tersebut.

Kapolres Bma AKBP Hariyanto, SH., S.I.K., melalui kasi humas Iptu Adib mengatakan Atraksi ini merupakan salah satu kekayaan budaya lokal milik Bima yang kadang dikemas menjadi atraksi yang dapat menarik wisatawan, dan biasanya dipentaskan saat menyambut tamu istimewa saat berkunjung di Bima.

“Budaya “Ntumbu” ini merupakan satu atraksi seni budaya tradisional Bima yang cukup unik namun berbahaya bagi orang awam. Atraksi Ntumbu ini hanya ada satu-satunya di dunia, yakni di desa Ntori Kecamatan Wawo.” Kata Kapolres sebagaimana diulas Adib.

Masih Adib, dalam atraksinya tersebut Waka Polres Kompol Abdurrahman yang juga sebagai ketua sanggar budaya adu kepala itu melakukan tarian awal sebelum lari merangsek ke arah pemain yang menundukkan kepalanya untuk diadu.

Putra kelahiran Kecamatan Wawo Kabupaten Bima ini, nampak tak kalah piawai dengan pemain lain saat melakukan atraksinya,

Tak heran, dirinya secara spontan ikut bergabung saat musik tradisional dari gendang, serone dan gong yang mengiringi atraksi itu mulai menggelitiknya untuk ikut aksi, mengingat budaya “Ntumbu” atau adu kepala ini merupakan budaya unik yang hanya dimiliki masyarakat Kecamatan Wawo.

Padahal para pemain yang melakukan atraksi ntumbu, bukan sembarangan orang, namun Abdurrahman sendiri merupakan seorang mantan atlit silat, yang tentunya tidak asing dengan atraksi yang melibatkan kekuatan fisik, apalagi dirinya kelahiran Wawo.

Dengan ikut bergabungnya itu, suasana pisah sambut Kapolda NTB menjadi lebih semarak dan para pemain menjadi lebih antusias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *