Kota Bima, NTB (2 Februari 2026) – Polres Bima Kota menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Rinjani Tahun 2026, Senin (2/2/2026) pukul 08.00 Wita, bertempat di Lapangan Persisi Polres Bima Kota.
Kegiatan apel tersebut dipimpin oleh Wakapolres Bima Kota KOMPOL Herma, S.H., dan diikuti oleh personel gabungan lintas instansi. Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Polres Bima Kota Ipda Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan personel dan sarana prasarana dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Rinjani 2026.
Adapun personel yang terlibat dalam apel terdiri dari 1 peleton TNI, 1 peleton Brimob, 1 peleton Sat Samapta, 1 peleton Polair, 1 peleton Sat Lantas, 1 peleton gabungan staf, 1 peleton Sat Intelkam, 1 peleton gabungan Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba, 1 peleton Sat Pol PP, serta 1 peleton Dishub.
Dalam amanatnya, Wakapolres Bima Kota menyampaikan bahwa permasalahan lalu lintas saat ini berkembang sangat cepat dan dinamis seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan mobilitas masyarakat. Modernisasi transportasi yang didukung teknologi digital harus diimbangi dengan inovasi dan kinerja Polri, khususnya fungsi lalu lintas, guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.
“Polri terus mengimplementasikan Program Presisi Kapolri, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian bersama, yaitu mewujudkan Kamseltibcarlantas, menurunkan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Wakapolres juga memaparkan data kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda NTB sepanjang tahun 2025 berdasarkan aplikasi IRSMS, tercatat sebanyak 2.392 kejadian dengan korban meninggal dunia 350 orang, luka berat 328 orang, dan luka ringan 2.972 orang. Angka tersebut mengalami kenaikan 11 persen dibandingkan tahun 2024.
Sementara itu, Operasi Keselamatan Rinjani 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, secara serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini melibatkan 902 personel, terdiri dari 110 personel Polda NTB dan 792 personel Polres jajaran.
Operasi ini mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif dengan sasaran berbagai potensi gangguan lalu lintas, seperti pengendara tidak menggunakan helm, kendaraan over dimensi dan over load (ODOL), pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, berkendara di bawah pengaruh alkohol, menggunakan ponsel saat berkendara, melebihi batas kecepatan, serta melawan arus.
Menutup amanatnya, Wakapolres Bima Kota menekankan kepada seluruh personel agar selalu mengedepankan sikap humanis, mematuhi SOP, menjaga keselamatan diri, serta memperkuat sinergi antarinstansi selama pelaksanaan operasi.
“Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Senin, 2 Februari 2026, pukul 08.00 Wita, Operasi Keselamatan Rinjani Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dimulai,” tutupnya.












