Berita  

Bhabinkamtibmas Labuapi Sulap Lahan Tidur Jadi Area Produktif

Cara Polsek Labuapi Wujudkan Kemandirian Pangan dari Pekarangan

Lombok Barat, NTB – Memasuki awal bulan Februari 2026, upaya penguatan sektor pangan terus digalakkan hingga ke tingkat desa. Personel Bhabinkamtibmas Desa Labuapi menunjukkan konsistensinya sebagai motor penggerak utama dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional. Melalui aksi turun lapangan pada Senin (2/2), kepolisian melakukan edukasi intensif guna mendorong warga memanfaatkan setiap jengkal lahan yang ada menjadi area produktif.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons proaktif terhadap tantangan pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri. Polri, melalui fungsi pembinaan masyarakat, tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir sebagai fasilitator pemberdayaan ekonomi dan kedaulatan pangan bagi warga pedesaan.

Optimalisasi Lahan Terbatas Melalui Budidaya Hortikultura

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah transformasi lahan pekarangan kosong milik warga. Selama ini, banyak area di sekitar rumah yang tidak terkelola dengan maksimal. Padahal, dengan sentuhan kreativitas dan pendampingan yang tepat, lahan tersebut dapat menjadi sumber pangan bergizi bagi keluarga.

Bhabinkamtibmas memberikan motivasi serta teknik sederhana kepada masyarakat untuk memanfaatkan media polibag. Penggunaan polibag dinilai menjadi solusi paling efektif bagi warga yang memiliki keterbatasan luas lahan namun tetap ingin bercocok tanam. Dengan metode ini, sayuran segar dapat dipanen langsung dari halaman rumah tanpa memerlukan biaya besar.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran aktif personel di lapangan merupakan instruksi langsung untuk memastikan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga tetap terjaga.

“Kami terus mendorong personel Bhabinkamtibmas untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan semangat sekaligus edukasi nyata. Tujuannya jelas, yakni mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif. Jika setiap rumah tangga mampu memproduksi sayuran sendiri, maka kemandirian pangan di level desa akan terbentuk dengan sendirinya,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.

Pendampingan Petani dan Pemantauan Komoditas Strategis

Selain menyasar pekarangan rumah, kepolisian juga melakukan pemantauan langsung di area persawahan. Fokus utama pemantauan kali ini tertuju pada tanaman jagung yang dikelola oleh para petani setempat. Jagung merupakan salah satu komoditas pangan pokok yang menjadi pilar dalam visi swasembada pangan nasional.

Dalam dialognya dengan para petani, petugas memastikan bahwa pertumbuhan tanaman berjalan optimal tanpa kendala hama yang berarti. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada petani sekaligus menyerap aspirasi atau kendala yang dihadapi di lapangan untuk dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Diversifikasi tanaman juga menjadi poin penting yang disampaikan. Warga didorong untuk tidak terpaku pada satu jenis tanaman saja. Penanaman berbagai jenis hortikultura seperti cabai, tomat, sayuran hijau, hingga buah-buahan mulai masif dilakukan. Diversifikasi ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas gizi keluarga dan mengantisipasi fluktuasi harga pangan di pasar.

Mendukung Visi Swasembada Pangan Nasional

Inisiatif yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Labuapi ini merupakan bagian integral dari komitmen berkelanjutan Polri dalam menyukseskan program prioritas Pemerintah Republik Indonesia. Visi besar swasembada pangan memerlukan sinergi lintas sektoral, termasuk kehadiran aparat keamanan sebagai pendamping masyarakat.

Program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kedaulatan pangan, tetapi juga memiliki efek domino terhadap penguatan ekonomi rumah tangga. Dengan menanam sendiri, pengeluaran harian masyarakat untuk belanja dapur dapat ditekan, sementara kelebihan hasil panen dapat dijual untuk menambah penghasilan.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa gerakan ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat agar lebih mandiri dalam mengelola sumber daya alam di sekitarnya.

“Kehadiran Polri di sini adalah untuk memastikan bahwa program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami ingin warga Desa Labuapi menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk tetap produktif. Melalui pemanfaatan pekarangan, kita tidak hanya bicara soal kenyang, tapi juga soal kualitas gizi dan ketahanan ekonomi keluarga,” pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong antara Polri dan masyarakat, Desa Labuapi kini mulai menata diri menuju desa mandiri pangan. Langkah kecil dari pemanfaatan polibag di teras rumah ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Lombok Barat untuk terus berinovasi demi masa depan pangan Indonesia yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *