Berita  

Bhabinkamtibmas Labuapi Dampingi Petani Panen Jagung

Lombok Barat, NTB – Pemerintah terus memacu langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan secara nasional. Merespons visi besar tersebut, jajaran kepolisian di tingkat sektor mulai mengintensifkan pendampingan langsung kepada masyarakat petani. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh personel Bhabinkamtibmas Desa Kuranji yang melakukan rangkaian kegiatan sambang produktif di wilayah binaannya pada Minggu (22/02/2026). Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah upaya sistematis untuk memastikan produktivitas hasil tani lokal tetap berada pada tren positif.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mengawal program prioritas pemerintah. Melalui kehadiran fisik di tengah lahan, Polri berupaya menghilangkan sekat antara petugas keamanan dan masyarakat, sekaligus berperan sebagai motivator teknis bagi para petani. Fokus utama dari kegiatan ini adalah optimalisasi setiap jengkal lahan yang tersedia, baik itu lahan persawahan yang luas maupun pekarangan rumah yang terbatas.

Akselerasi Kemandirian Pangan Melalui Pendampingan Terpadu

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan representasi negara dalam mendukung sektor pertanian. Menurutnya, ketahanan pangan adalah fondasi utama bagi stabilitas nasional yang harus dimulai dari unit terkecil, yaitu desa.

“Kegiatan sambang produktif ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam mengawal program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan bahwa setiap potensi lahan di Desa Kuranji dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga sekaligus memperkuat stok pangan lokal,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pendampingan ini dilakukan secara konsisten agar setiap kendala yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari masalah pengairan hingga distribusi hasil panen, dapat teridentifikasi lebih awal untuk dicarikan solusinya secara bersama-sama.

Inovasi Pemanfaatan Pekarangan dengan Metode Rak Bertingkat

Salah satu aspek menarik dalam peninjauan lapangan di Desa Kuranji adalah kreativitas warga dalam mengelola lahan sempit. Petugas Bhabinkamtibmas memberikan apresiasi tinggi terhadap penggunaan metode rak bertingkat untuk tanaman dalam polibag di area pekarangan rumah. Inovasi ini menjadi solusi cerdas bagi warga yang tidak memiliki lahan luas namun ingin tetap produktif dalam menghasilkan komoditas sayuran.

Penggunaan rak bertingkat memungkinkan penanaman bibit sayuran dalam jumlah yang jauh lebih banyak dan tertata rapi dibandingkan metode konvensional di permukaan tanah. Petugas di lapangan turut memberikan arahan mengenai pentingnya pemilihan bibit unggul dan pemeliharaan rutin agar tanaman di polibag tersebut memiliki kualitas yang setara dengan hasil perkebunan besar. Pola pertanian mandiri seperti ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada pasar luar.

Monitoring Strategis Lahan Jagung dan Pendampingan Panen Raya

Tidak hanya menyasar pekarangan, personel Bhabinkamtibmas juga turun langsung ke area persawahan untuk memantau perkembangan tanaman jagung milik warga. Dalam pantauan tersebut, petugas memberikan arahan strategis terkait pola pemupukan dan pengendalian hama di pinggir lahan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa fase pertumbuhan tanaman berjalan optimal tanpa kendala teknis yang berarti, sehingga target swasembada pangan dapat tercapai sesuai jadwal.

Puncak dari pendampingan ini adalah kehadiran petugas dalam proses panen raya jagung. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah ladang bukan hanya untuk memberikan motivasi, tetapi juga membantu secara fisik dalam proses pengemasan komoditas ke dalam karung untuk didistribusikan. Dukungan penuh hingga tahap akhir produksi ini menunjukkan bahwa Polri hadir mengawal rantai pangan dari hulu ke hilir.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk terus bergerak aktif memanfaatkan seluruh potensi lahan yang dimiliki. Dengan adanya motivasi dan pengawalan rutin ini, Desa Kuranji diharapkan mampu menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan swasembada pangan nasional. Melalui kolaborasi yang erat antara kepolisian dan kelompok tani, optimisme untuk mencapai kemandirian pangan pun semakin menguat di wilayah Lombok Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *