Berita  

Bhabinkamtibmas Bagik Polak Bantu Petani Jagung Rawat Lahan

Polres Lombok Barat Motivasi Petani Jagung di Dusun Jogot

Lombok Barat, NTB – Komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Di Kabupaten Lombok Barat, aksi nyata ditunjukkan oleh personel Bhabinkamtibmas Desa Bagik Polak Barat yang melakukan pendampingan intensif bagi para petani jagung di Dusun Jogot pada Selasa (3/3). Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam memastikan ketersediaan pangan di tingkat akar rumput tetap terjaga dan produktif.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah lahan pertanian bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk dukungan moral dan teknis bagi masyarakat agraris. Dalam suasana yang humanis, petugas kepolisian terlihat membaur bersama warga, berdiskusi mengenai kendala pertanian, hingga ikut turun tangan dalam perawatan tanaman yang tengah memasuki masa pertumbuhan.

Menggerakkan Potensi Pertanian di Tengah Tantangan Zaman

Ketahanan pangan saat ini menjadi prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Polri, melalui fungsi pembinaan masyarakat, mengambil peran sebagai akselerator di lapangan. Di Dusun Jogot, fokus utama pendampingan kali ini menyasar komoditas jagung, yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi dan perawatan yang relatif terukur bagi para petani jagung setempat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di area perkebunan bertujuan untuk memberikan motivasi ekstra bagi warga agar tetap semangat mengelola lahan mereka. Menurutnya, keberhasilan pangan dimulai dari ketelatenan petani jagung di tingkat dusun.

“Kami mengarahkan seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk tidak ragu turun ke sawah atau kebun. Tujuannya jelas, yakni mendampingi masyarakat petani jagung dalam mengelola sektor pertanian mereka secara maksimal agar program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa saat memberikan keterangan terkait kegiatan tersebut.

Aksi Nyata di Lahan Jagung: Dari Edukasi hingga Perawatan Tanaman

Pantauan di lokasi menunjukkan dedikasi petugas Bhabinkamtibmas Desa Bagik Polak Barat yang tidak segan mengayunkan sabit bersama warga. Di tengah hamparan tanaman yang mulai menghijau, petugas membantu petani jagung membersihkan gulma atau tanaman liar yang kerap menjadi penghambat pertumbuhan tanaman utama. Aksi membersihkan gulma ini sangat krusial agar nutrisi dalam tanah terserap optimal oleh bibit jagung.

Selain bantuan fisik, komunikasi dua arah yang dibangun menciptakan kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat. Petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan lahan secara produktif. Hal ini dilakukan untuk mengubah pola pikir para petani jagung agar lebih kreatif dalam mengelola aset tanah yang mereka miliki, sekecil apa pun luasnya.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa kepolisian sangat menekankan pentingnya kreativitas warga dalam memanfaatkan setiap jengkal tanah yang tersedia. Hal ini mencakup lahan pekarangan rumah, areal perkebunan, hingga persawahan yang luas. Dengan optimalisasi lahan melalui komoditas produktif, setiap petani jagung diharapkan mampu mencapai kemandirian pangan secara mandiri.

Dampak Ekonomi dan Stabilitas Desa Melalui Kemandirian Pangan

Upaya pendampingan ini diproyeksikan tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan konsumsi rumah tangga semata. Harapan besarnya adalah terciptanya surplus hasil panen yang dapat meningkatkan stabilitas ekonomi di tingkat desa. Jika kelompok petani jagung mampu menghasilkan panen yang melimpah, maka ketahanan ekonomi masyarakat akan semakin kokoh menghadapi fluktuasi harga pangan di pasar.

Sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat agraris ini menjadi kunci utama. Kehadiran polisi di lapangan memberikan rasa aman sekaligus kepastian bahwa pemerintah hadir dalam setiap proses produksi pangan warga. Pola pendampingan yang intensif ini juga meminimalisir potensi konflik agraria maupun permasalahan distribusi pupuk dan bibit yang sering dikeluhkan oleh petani jagung di wilayah setempat.

Kegiatan sambang desa yang dilakukan secara konsisten ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polres Lombok Barat dalam mengawal kedaulatan pangan. Melalui aksi terjun langsung ke lapangan, Polri berharap semangat para petani jagung di Dusun Jogot tetap terjaga. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan wilayah Desa Bagik Polak Barat dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam hal kemandirian pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *