Berita  

Bhabinkamtibmas Desa Labuapi Turun ke Sawah, Bantu Warga Panen Raya Jagung demi Ketahanan Pangan

Aksi Nyata Polri di Lombok Barat: Dampingi Petani Panen Jagung untuk Perkuat Swasembada Pangan

Lombok Barat, NTB – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini tidak hanya bertumpu pada kebijakan makro, namun juga melalui aksi nyata di tingkat desa. Personel Bhabinkamtibmas Desa Labuapi menunjukkan komitmen tersebut dengan turun langsung ke sawah untuk mendampingi warga binaan dalam proses panen raya jagung pada Selasa (10/3/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi Kepolisian Resor Lombok Barat dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah lahan pertanian bukan sekadar kunjungan seremonial. Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas Bhabinkamtibmas tampak membaur bersama para petani lokal, mulai dari memetik tongkol jagung yang telah menguning, membantu proses pembersihan, hingga mengemas hasil panen ke dalam karung-karung besar. Aktivitas ini mencerminkan peran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat agraris.

Peran Strategis Bhabinkamtibmas dalam Swasembada Pangan

Keterlibatan aktif Kepolisian dalam sektor pertanian ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan untuk memastikan ketersediaan pangan di tingkat daerah tetap stabil. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan motivasi kepada para petani agar terus mengoptimalkan lahan produktif yang mereka miliki. Dengan adanya pendampingan intensif, diharapkan kendala-kendala di lapangan dapat terdeteksi lebih dini melalui komunikasi yang humanis.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran personelnya di tengah lahan pertanian adalah wujud nyata dukungan terhadap kedaulatan pangan. Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan warga binaannya mampu mandiri secara pangan, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

“Personel Bhabinkamtibmas Desa Labuapi melaksanakan aksi nyata sebagai penggerak ketahanan pangan dengan terjun langsung mendampingi warga binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kepolisian dalam mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan produktif guna mendukung penuh program swasembada pangan nasional,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam pernyataan resminya.

Edukasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Gizi Keluarga

Selain mendampingi panen jagung, pihak Kepolisian juga menyelipkan pesan edukasi mengenai diversifikasi pangan. Masyarakat didorong untuk tidak hanya bergantung pada satu komoditas utama, tetapi juga mulai melirik potensi lahan pekarangan di sekitar rumah. Pemanfaatan lahan sempit untuk menanam sayuran, cabai, buah-buahan, hingga tanaman obat keluarga (TOGA) dinilai mampu menjadi solusi cerdas dalam menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjamin asupan gizi yang berkualitas.

Optimalisasi lahan tidur atau pekarangan kosong dianggap memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan pangan dari level terkecil, yakni keluarga. Jika setiap rumah tangga mampu memproduksi kebutuhan pangan dasarnya secara mandiri, maka kedaulatan pangan nasional akan lebih mudah tercapai. Hal inilah yang terus ditekankan oleh jajaran Polsek Labuapi kepada warga desa agar tetap semangat dan konsisten dalam mengelola potensi lingkungan mereka.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat merupakan kunci utama kesuksesan program ini. Ia berharap interaksi fisik di lapangan, seperti membantu proses panen, dapat mempererat hubungan emosional antara Polri dan rakyat.

“Dengan pendampingan intensif ini, masyarakat diharapkan tetap semangat dan konsisten dalam mengelola potensi pertanian di lingkungannya agar mendapatkan hasil yang maksimal dan bergizi bagi keluarga. Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal lahan yang ada dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Komitmen Berkelanjutan Menuju Masyarakat Agraris yang Mandiri

Kegiatan sambang desa yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas ini tidak akan berhenti pada masa panen saja. Pihak Kepolisian berkomitmen untuk terus mengawal siklus pertanian, mulai dari masa tanam hingga distribusi hasil panen. Peran sebagai motivator akan terus dijalankan agar para petani merasa didukung dan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian, seperti masalah pupuk maupun pengairan.

Interaksi yang humanis dan bantuan fisik langsung di lapangan ini diharapkan mampu menciptakan iklim yang positif di Desa Labuapi. Melalui kolaborasi yang kokoh antara masyarakat dan Polri, target ketahanan pangan yang berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas. Transformasi masyarakat agraris yang mandiri dan berdaya saing kini menjadi visi bersama yang terus diperjuangkan oleh jajaran Polres Lombok Barat melalui aksi nyata di garda terdepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *