Berita  

Sinergi Polri dan Petani: Strategi Polsek Labuapi Perkuat Ketahanan Pangan di Desa Karang Bongkot

Sinergi Polri dan Petani: Strategi Polsek Labuapi Perkuat Ketahanan Pangan di Desa Karang Bongkot
Sinergi Polri dan Petani: Strategi Polsek Labuapi Perkuat Ketahanan Pangan di Desa Karang Bongkot

Lombok Barat, NTB – Memasuki awal April 2026, upaya penguatan sektor pangan terus menjadi prioritas nasional yang diturunkan hingga ke level desa. Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Sektor (Polsek) Labuapi melalui jajaran Bhabinkamtibmas mengambil langkah proaktif dengan terjun langsung ke tengah masyarakat. Pada Jumat (3/4/2026), personel kepolisian melakukan pendampingan intensif kepada para petani di Desa Karang Bongkot, Kabupaten Lombok Barat, guna memastikan produktivitas hasil bumi tetap terjaga dan berkelanjutan.

Langkah ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan bentuk nyata dukungan Polri terhadap kemandirian pangan masyarakat di tingkat lokal. Dengan seragam kebanggaannya, personel Bhabinkamtibmas menyusuri pematang sawah dan pekarangan rumah warga untuk memberikan motivasi serta bantuan teknis dalam pengelolaan lahan pertanian.

Komitmen Polri dalam Mengawal Kedaulatan Pangan Daerah

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran kepolisian saat ini juga mencakup aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui sektor agraris. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi utama stabilitas keamanan dan kesejahteraan di wilayah hukum Polsek Labuapi.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk terus bersinergi dengan masyarakat petani. Kehadiran Polri di lapangan bertujuan untuk memastikan bahwa setiap potensi lahan yang ada dapat dioptimalkan dengan baik. Kami ingin para petani merasa didukung, sehingga semangat mereka dalam memproduksi komoditas pangan tetap tinggi,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa saat memberikan keterangan terkait kegiatan tersebut.

Ia menambahkan bahwa pendampingan ini juga berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara petani dan pihak terkait jika ditemukan kendala teknis atau gangguan keamanan di area produktif. Dengan komunikasi yang intens, diharapkan setiap hambatan yang muncul dapat segera dicarikan solusinya secara bersama-sama.

Optimalisasi Tanaman Pangan dan Hortikultura di Lahan Produktif

Dalam pemantauan di lapangan, fokus utama pendampingan menyasar pada perawatan tanaman pangan pokok, salah satunya adalah jagung. Petugas Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot terlihat berdialog dengan para petani mengenai pola pemupukan dan pengendalian hama agar hasil panen mendatang dapat mencapai target maksimal. Sinergi ini dirasa sangat membantu warga, terutama dalam memberikan perspektif baru mengenai manajemen lahan yang efektif.

Selain tanaman pangan, komoditas hortikultura juga menjadi perhatian serius. Polsek Labuapi mendorong petani sayuran untuk terus mendiversifikasi jenis tanaman mereka, seperti kacang-kacangan dan berbagai jenis sayuran merambat lainnya. Langkah diversifikasi ini dianggap sangat penting untuk menjaga ketersediaan gizi masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi rumah tangga petani di Desa Karang Bongkot.

Pendampingan Panen dan Inovasi Pertanian Modern

Kehadiran personel Polri di Desa Karang Bongkot tidak berhenti pada tahap penanaman saja. Saat memasuki masa panen, Bhabinkamtibmas turut serta membantu warga dalam proses pemetikan hasil bumi hingga tahap pengemasan ke dalam karung. Keterlibatan langsung ini bertujuan untuk memastikan distribusi hasil panen berjalan lancar tanpa ada hambatan logistik maupun gangguan keamanan di area persawahan.

Menariknya, edukasi yang diberikan juga menyentuh aspek pertanian modern. Mengingat ketersediaan lahan yang kian terbatas di beberapa titik, Bhabinkamtibmas aktif meninjau dan mendorong pengembangan sistem hidroponik di pekarangan rumah warga. Pemanfaatan lahan sempit dengan teknologi tepat guna ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi keluarga secara mandiri.

“Pemanfaatan setiap jengkal lahan, baik itu sawah yang luas maupun pekarangan rumah yang minimalis, sangat krusial. Ini adalah langkah kecil namun berdampak besar dalam memperkuat ekonomi rumah tangga dan menjaga kedaulatan pangan daerah kita,” tegas Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam narasinya.

Kegiatan silaturahmi dan pendampingan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat Desa Karang Bongkot. Warga merasa lebih diperhatikan dan termotivasi untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka. Melalui kolaborasi yang harmonis antara Polri dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Lombok Barat dapat terus kokoh, menjadi penyokong utama kesejahteraan masyarakat di masa depan. Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari Jumat tersebut ditutup dengan situasi yang aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *