GERUNG – Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat dalam mendukung program strategis nasional terus diperkuat di tingkat akar rumput. Melalui langkah konkret di lapangan, jajaran Polsek Gerung secara intensif melakukan pendampingan terhadap sektor pertanian guna memastikan stabilitas dan kedaulatan pangan di wilayah Kabupaten Lombok Barat tetap terjaga dengan optimal.
Pada Sabtu (4/4/2026), Bhabinkamtibmas Desa Gapuk, AIPTU Muzamin, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus peninjauan lahan di Dusun Gapuk, Desa Gapuk, Kecamatan Gerung. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya strategis untuk memotivasi Kelompok Tani lokal agar lebih produktif dalam mengelola lahan pertanian mereka, sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan mandiri.
Penguatan Ketahanan Pangan di Tingkat Kewilayahan
Langkah yang diambil oleh jajaran kepolisian ini merupakan respons terhadap instruksi pusat dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Sektor pertanian di Desa Gapuk, khususnya komoditas jagung, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penyangga kebutuhan pangan daerah. Berdasarkan pantauan di lokasi, hamparan tanaman jagung di wilayah tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, tumbuh subur, dan merata, mencerminkan pengelolaan lahan yang dilakukan dengan serius oleh para petani setempat.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah petani bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus dukungan teknis dan moril. Menurutnya, stabilitas nasional sangat bergantung pada ketersediaan pangan yang memadai, sehingga peran aktif kepolisian sangat diperlukan untuk mengawal proses tersebut dari hulu ke hilir.
“Kami di jajaran Polsek Gerung berkomitmen penuh untuk mengawal instruksi pimpinan terkait ketahanan pangan. Melalui Bhabinkamtibmas, kami ingin memastikan bahwa setiap kendala yang dihadapi petani di lapangan dapat terdeteksi sejak dini, sehingga produktivitas mereka tetap terjaga,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam keterangannya.
Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal dan Dampak Ekonomi
Dalam interaksi yang berlangsung hangat di area persawahan, AIPTU Muzamin menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal dalam proses pengelolaan lahan. Beliau mendorong Kelompok Tani di Dusun Gapuk untuk memprioritaskan keterlibatan warga sekitar dalam setiap fase pertanian, mulai dari penanaman hingga masa panen. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memicu perputaran ekonomi yang lebih inklusif di tingkat desa.
Lebih lanjut, pendampingan ini juga mencakup aspek monitoring pertumbuhan tanaman. Bhabinkamtibmas bersama para petani melakukan pengecekan berkala terhadap ketersediaan air dan potensi serangan hama yang kerap menjadi tantangan utama bagi para petani jagung. Kehadiran petugas kepolisian yang rutin turun ke sawah memberikan rasa tenang bagi para petani, mengingat isu pencurian hasil bumi atau gangguan keamanan lainnya sering kali menjadi kekhawatiran masyarakat agraris.
Petani sebagai Garda Terdepan Kedaulatan Bangsa
Sektor pertanian kini tidak lagi dipandang sebelah mata hanya sebagai mata pencaharian tradisional. Dalam arahannya, AIPTU Muzamin menyampaikan bahwa para petani adalah pahlawan kedaulatan pangan yang memegang peranan krusial bagi keberlangsungan bangsa. Motivasi ini diberikan untuk mengikis keraguan para petani muda dan meningkatkan semangat kerja anggota Kelompok Tani agar tetap konsisten merawat lahan mereka di tengah tantangan perubahan iklim.
Masyarakat dan pengurus Kelompok Tani di Dusun Gapuk menyambut baik inisiatif ini. Mereka merasa diperhatikan oleh negara melalui kehadiran sosok Bhabinkamtibmas yang tidak segan turun ke lumpur untuk berdiskusi langsung. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen jagung pada musim kali ini, yang nantinya akan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi para petani di Desa Gapuk.
Komitmen Berkelanjutan Polsek Gerung
Kegiatan sambang dan motivasi ini berakhir dengan situasi yang aman, tertib, dan terkendali. Namun, langkah ini dipastikan tidak akan berhenti di sini. Polsek Gerung telah merancang agenda rutin untuk memantau perkembangan lahan-lahan produktif lainnya di wilayah Kecamatan Gerung. Targetnya jelas: menjadikan setiap desa binaan sebagai pusat kemandirian pangan yang tangguh.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan Kelompok Tani, optimisme untuk mencapai target ketahanan pangan nasional di wilayah Lombok Barat semakin menguat. Polsek Gerung berjanji akan terus mendampingi dan memberikan asistensi agar sektor pertanian di wilayahnya tetap menjadi pilar utama penyokong ekonomi masyarakat di masa depan.












