LOMBOK BARAT – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Lombok Barat, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) terus mengintensifkan kegiatan turun ke lapangan. Langkah preventif ini diwujudkan melalui giat sambang desa yang menyasar langsung pemukiman warga guna mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (19/4/2026) pagi tersebut dipusatkan di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran personel kepolisian di tengah-tengah pemukiman warga bertujuan untuk memastikan situasi wilayah tetap aman, sekaligus menjadi wadah bagi Polri untuk menyerap aspirasi serta keluhan masyarakat secara langsung.
Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Keamanan Desa
Dimulai sekitar pukul 09.30 WITA, personel Sat Binmas Polres Lombok Barat yang dipimpin oleh Kanit Bintibsos Ipda Rusdin, didampingi Aiptu I Made Indra S dan Aipda Alimudin, menyisir titik-titik kumpul warga di Desa Lembar Selatan. Melalui dialog santai namun formal, para petugas menyampaikan pesan-pesan keamanan yang krusial untuk menjaga harmoni di lingkungan desa.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas Iptu Muh. Mahrip, menjelaskan bahwa kegiatan sambang ini merupakan agenda rutin yang diprioritaskan untuk menciptakan situasi yang kondusif. Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam meminimalisir potensi gangguan keamanan di tingkat akar rumput.
“Kami melalui Sat Binmas Polres Lombok Barat berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kegiatan sambang ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya nyata kami untuk menjalin silaturahmi yang kuat dengan warga di Desa Lembar Selatan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa aman dan terlindungi dengan kehadiran Polri di sekitar mereka,” ujar Iptu Muh. Mahrip dalam keterangan resminya.
Fokus Penanganan Hoaks dan Paham Radikalisme
Selain memantau situasi fisik keamanan desa, personel Sat Binmas juga memberikan perhatian khusus pada ancaman non-fisik, seperti penyebaran informasi palsu atau hoaks serta pengaruh paham radikalisme. Di era digital saat ini, masyarakat diharapkan lebih selektif dalam mengonsumsi informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya.
Petugas menekankan bahwa hoaks dapat merusak kerukunan warga dan memicu konflik sosial yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, warga diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang beredar melalui media sosial. Selain itu, pencegahan dini terhadap masuknya paham-paham radikal juga menjadi poin utama dalam edukasi yang diberikan oleh Ipda Rusdin dan tim.
“Dalam giat kali ini, kami secara khusus memberikan himbauan kepada warga agar waspada terhadap tindak kejahatan, serta yang tidak kalah penting adalah menangkal informasi hoaks dan radikalisme. Kami mengajak masyarakat untuk menjadi ‘polisi bagi diri sendiri’ dengan cara menjaga kewaspadaan dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib,” tambah Iptu Muh. Mahrip.
Komitmen Polri dalam Menciptakan Lingkungan yang Aman
Interaksi antara petugas dan masyarakat dalam kegiatan sambang ini berlangsung dengan sangat kooperatif. Warga Desa Lembar Selatan menyambut baik kehadiran para personel Polri dan merasa lebih tenang dengan adanya dialog langsung tersebut. Hal ini membuktikan bahwa sinergitas antara polisi dan warga merupakan pondasi utama dalam menciptakan keamanan wilayah yang berkelanjutan.
Kegiatan sambang desa ini berakhir dalam situasi yang sangat aman, tertib, dan kondusif. Pihak Polres Lombok Barat berharap melalui kegiatan konsisten seperti ini, angka kriminalitas dapat ditekan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ketertiban semakin meningkat.
Dengan semangat pengabdian, Polres Lombok Barat memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pembinaan masyarakat akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai desa lainnya. Hal ini dilakukan demi mewujudkan wilayah Kabupaten Lombok Barat yang selalu damai dan bebas dari gangguan Kamtibmas, sejalan dengan fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.












