Berita  

Pengiriman Sapi dari Lombok ke Jawa Lancar, Polisi Pastikan Antrean di Pelabuhan Lembar Kini Nihil

Kelancaran Arus Pengiriman Hewan Ternak di Pelabuhan Lembar
Kelancaran Arus Pengiriman Hewan Ternak di Pelabuhan Lembar

LEMBAR – Situasi arus pengiriman hewan ternak melalui gerbang logistik di Lombok Barat menunjukkan tren yang stabil dan terkendali. Hingga pengujung April 2026, Kepolisian Resor Lombok Barat terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan kelancaran distribusi sapi dari Pulau Lombok menuju Pulau Jawa melalui jalur laut.

Berdasarkan monitoring terbaru yang dilakukan di kawasan pelabuhan, antrean kendaraan pengangkut ternak kini terpantau sangat minim, menandakan manajemen arus lalu lintas dan jadwal pemuatan kapal berjalan dengan optimal. Langkah ini diambil untuk menjamin kesejahteraan hewan selama proses antrean serta menjaga ketertiban di area vital pelabuhan.

Kondisi Terkini Antrean Truk di Pelabuhan Lembar dan Gilimas

Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Lembar melaporkan perkembangan signifikan terkait penanganan kendaraan logistik ini. Hingga Sabtu, 25 April 2026, pukul 18.00 WITA, personel di lapangan secara konsisten memantau titik-titik krusial, yakni di Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) Pelabuhan PT ASDP Lembar dan RTK Gilimas PT Pelindo Lembar.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, mengonfirmasi bahwa saat ini tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berarti di luar area pelabuhan maupun di badan jalan raya.

“Kami terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Per hari ini, jumlah unit truk bermuatan sapi yang masih menunggu di dalam RTK Pelabuhan Gilimas PT Pelindo Lembar tercatat hanya tinggal 5 unit saja. Sementara itu, untuk kendaraan yang mengantre di luar atau di sepanjang jalur menuju pelabuhan, kami pastikan saat ini nihil,” ungkap Iptu Imran dalam keterangannya.

Kondisi yang landai ini menjadi indikator positif bahwa proses koordinasi antara pihak kepolisian, otoritas pelabuhan, dan perusahaan pelayaran telah berjalan sesuai rencana, sehingga tidak terjadi kemacetan panjang yang kerap menjadi tantangan pada musim pengiriman ternak.

Data Distribusi: Ratusan Truk Sapi Telah Menyeberang ke Banyuwangi

Sejak periode akhir Maret hingga April 2026, aktivitas pengiriman ternak melalui Pelabuhan Gilimas PT Pelindo Lembar menuju Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, mencatat volume yang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 718 unit truk tronton dan 2 unit pickup telah berhasil diberangkatkan dengan aman dan tertib.

Iptu Imran menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan secara bertahap menggunakan sejumlah armada kapal besar seperti KM Mutiara Barat, KM Mutiara Ferindo II, dan KM Mutiara Sentosa III. Intensitas pemuatan paling tinggi tercatat pada tanggal 12, 14, dan 20 April, di mana masing-masing kapal mampu mengangkut hingga lebih dari 50 unit truk dalam sekali pelayaran.

“Secara akumulatif, mulai dari pemuatan perdana pada 25 Maret hingga sore hari ini tanggal 25 April, kita telah memfasilitasi keberangkatan lebih dari tujuh ratus unit armada pengangkut sapi. Setiap proses pemuatan kami kawal ketat agar aspek keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan pelabuhan tetap terjaga,” tambahnya.

Pengawasan Ketat dan Kelancaran Logistik Ternak

Keberhasilan dalam menekan angka antrean ini tidak terlepas dari sistem rotasi kapal yang terjadwal dengan baik. Sebagai contoh, pada tanggal 25 April 2026, KM Mutiara Sentosa 3 sukses melakukan pemuatan sebanyak 14 unit truk sebagai penutup rangkaian pengiriman harian. Sebelumnya, pada tanggal 24 April, KM Mutiara Barat juga telah mengangkut 11 unit truk menuju pelabuhan tujuan di Jawa Timur.

Pihak Kepolisian menegaskan bahwa prioritas utama dalam monitoring ini adalah memastikan tidak ada gangguan terhadap operasional pelabuhan yang dapat menghambat distribusi kebutuhan pokok dan ternak. Dengan terjaganya kelancaran di Pelabuhan Lembar dan Gilimas, diharapkan stabilitas pasokan hewan ternak ke luar daerah dapat terus berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti di lapangan.

Kondisi yang kondusif ini diharapkan tetap bertahan hingga seluruh kuota pengiriman ternak terpenuhi, seiring dengan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal di pintu-pintu masuk dan keluar wilayah Nusa Tenggara Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *