Berita  

Dini Hari di Pelabuhan Lembar, Polisi Perketat Pemeriksaan Bongkaran KMP Putri Yasmin Demi Keamanan NTB

Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar Periksa KMP Putri Yasmin

Lembar – Upaya menjaga kondusifitas keamanan di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Barat terus ditingkatkan, khususnya di titik-titik vital yang menjadi gerbang keluar-masuk orang dan barang. Langkah preventif ini dilakukan guna memastikan tidak ada barang ilegal maupun zat berbahaya yang masuk ke Pulau Lombok melalui jalur laut.

Pada Sabtu dini hari, 3 Mei 2026, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Lembar bersama instansi terkait melaksanakan pengamanan dan pemeriksaan ketat terhadap bongkaran kapal KMP Putri Yasmin. Kapal motor penumpang tersebut diketahui baru saja bersandar setelah menempuh perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali.

Sinergi Personel di Dermaga 2 ASDP Lembar

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 00.10 WITA ini berpusat di Dermaga 2 ASDP Lembar. Pengamanan ini merupakan bagian dari rutinitas yang ditingkatkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta meminimalisir potensi gangguan kamtibmas. Kehadiran petugas di lapangan menunjukkan kesiapsiagaan Polri dalam memantau setiap pergerakan di pintu gerbang logistik dan transportasi utama di Lombok Barat tersebut.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, menegaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh dan tanpa kompromi. Menurutnya, pelabuhan adalah objek vital yang memerlukan pengawasan ekstra, terutama pada jam-jam rawan saat kedatangan kapal dari luar daerah.

“Kami melakukan giat pengamanan serta pemeriksaan intensif terhadap seluruh penumpang dan kendaraan yang turun dari KMP Putri Yasmin. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap individu dan barang yang masuk ke wilayah kita telah melalui proses verifikasi keamanan yang sesuai dengan prosedur,” ujar Iptu Imran di sela-sela kegiatannya memantau bongkaran kapal.

Detail Pemeriksaan Kendaraan dan Penumpang

Berdasarkan data manifest yang diterima, KMP Putri Yasmin membawa muatan yang cukup signifikan pada pelayaran tersebut. Tercatat sebanyak 101 orang penumpang berada di atas kapal. Selain itu, terdapat berbagai jenis kendaraan yang terbagi dalam beberapa golongan, mulai dari kendaraan roda dua hingga kendaraan angkutan barang berkapasitas besar.

Secara rinci, kendaraan yang turun dari kapal meliputi 58 unit kendaraan golongan II (sepeda motor), 8 unit kendaraan golongan IV.A, 4 unit golongan IV.B, serta sejumlah kendaraan besar seperti 8 unit golongan V.A dan 4 unit golongan VI.B. Bahkan, terdapat 2 unit kendaraan golongan VII yang memerlukan ruang parkir luas di dalam kapal.

Fokus utama petugas di lapangan adalah memeriksa kelengkapan administrasi berkendara seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya kendaraan hasil tindak pidana pencurian (curanmor).

Antisipasi Barang Ilegal dan Berbahaya

Selain dokumen kendaraan, petugas juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap barang bawaan penumpang dan isi muatan kendaraan. Sasaran utama dari operasi ini adalah barang-barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam (sajam), bahan peledak (handak), hingga barang-barang ilegal lainnya yang tidak memiliki dokumen sah.

Iptu Imran menambahkan bahwa pemeriksaan fisik secara manual maupun pengamatan visual dilakukan dengan sangat teliti. Ia menyampaikan bahwa kewaspadaan petugas tidak boleh kendor meskipun kegiatan berlangsung pada dini hari.

“Pemeriksaan terhadap orang dan barang bawaan adalah prioritas untuk mengantisipasi masuknya barang ilegal, sajam, narkoba, maupun barang berbahaya lainnya. Kami ingin memastikan tidak ada celah bagi pelaku kejahatan untuk menyelundupkan barang-barang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Lombok,” tegas Iptu Imran dalam pernyataan resminya.

Situasi Kondusif di Area Pelabuhan

Proses bongkaran kapal KMP Putri Yasmin di Dermaga 2 ASDP Lembar berakhir sekitar pukul 00.30 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan berjalan dengan lancar tanpa ditemukan adanya pelanggaran menonjol maupun benda-benda mencurigakan yang mengarah pada tindak pidana.

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar dengan pihak otoritas pelabuhan dan instansi terkait lainnya. Pengawasan dan pengendalian langsung oleh Kapolsek di lapangan memastikan setiap tahapan pemeriksaan dilakukan secara humanis namun tetap tegas.

Hingga kapal selesai melakukan bongkaran dan seluruh penumpang meninggalkan area pelabuhan, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus konsisten melakukan pengamanan serupa pada setiap jadwal kedatangan kapal, guna menjamin keamanan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat tetap terjaga dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *