Berita  

Sinergi Polri dan Basarnas: Pastikan Wisata Bahari Lombok Barat Aman dari Risiko Kecelakaan Air

Polres Lombok Barat Gelar Pelatihan Rescue Korban Tenggelam
Polres Lombok Barat Gelar Pelatihan Rescue Korban Tenggelam

LOMBOK BARAT – Wilayah hukum Polres Lombok Barat yang didominasi oleh garis pantai panjang dan destinasi wisata bahari menuntut kesiapsiagaan personel kepolisian dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kecelakaan di air. Menanggapi tantangan tersebut, Polres Lombok Barat menggelar kegiatan peningkatan kemampuan bagi personel Bhabinkamtibmas guna memperkuat kapasitas pencarian dan pertolongan (search and rescue) terhadap korban tenggelam.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, mulai pukul 08.30 WITA ini dipusatkan di Aula Patriatama, Kabupaten Lombok Barat. Mengingat posisi Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, pelatihan ini dinilai krusial sebagai langkah mitigasi dan respon cepat apabila terjadi insiden di wilayah perairan maupun area rawan lainnya.

Sinergi Polri dan Basarnas dalam Mitigasi Kecelakaan Air

Upaya penguatan kapasitas ini merupakan kolaborasi strategis antara jajaran Polda NTB, Polres Lombok Barat, dan Basarnas Provinsi NTB. Kehadiran para ahli di bidang penyelamatan menjadi bukti keseriusan institusi dalam menjamin keselamatan publik. Dalam agenda tersebut, hadir secara langsung PS. Kasubdit Bhabinkamtibmas Polda NTB, Kompol Moh. Iqbal Huda, S. Sos, serta Kasi Sumberdaya Basarnas Provinsi NTB, I Wayan Suwena, S. H., sebagai instruktur utama.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas, Iptu Muh. Mahrip, menegaskan bahwa keterampilan penyelamatan bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, melainkan kompetensi wajib bagi personel di lapangan. Mengingat cuaca ekstrem dan dinamika aktivitas wisata yang tidak menentu, kecepatan dalam memberikan pertolongan pertama dapat menjadi faktor penentu keselamatan nyawa manusia.

“Bhabinkamtibmas adalah pihak pertama yang biasanya tiba di lokasi kejadian saat ada laporan warga. Oleh karena itu, mereka harus memiliki dasar-dasar teknik pencarian dan pertolongan yang benar agar tidak salah langkah dalam mengambil tindakan di lapangan,” ujar Iptu Muh. Mahrip di sela-sela kegiatan.

Fokus Materi: Teknik Pencarian dan Pertolongan Pertama

Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali dengan berbagai teknik teknis, mulai dari cara membaca arus air, teknik mendekati korban yang dalam kondisi panik, hingga prosedur evakuasi medis darurat sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Kolaborasi dengan Basarnas memberikan wawasan mendalam mengenai standar operasional prosedur (SOP) internasional dalam penanganan kecelakaan air.

Iptu Muh. Mahrip menambahkan bahwa penguasaan alat keselamatan sederhana dan pemanfaatan benda di sekitar lokasi kejadian juga menjadi materi penting. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota memiliki kepercayaan diri dan keterampilan yang mumpuni. Melalui arahan pimpinan, kami ditekankan untuk selalu siap dalam kondisi apa pun guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tuturnya lebih lanjut.

Wakapolres Lombok Barat, Kompol Kadek Metria, S. Sos., S. H., M. H., yang turut memantau jalannya kegiatan, menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, koordinasi yang solid antara instansi seperti Polri dan Basarnas harus terus dipelihara agar tercipta sistem tanggap darurat yang terpadu di wilayah Lombok Barat.

Komitmen Pelayanan dan Keamanan Wilayah

Selain diikuti oleh para Bhabinkamtibmas dari berbagai desa, kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat utama jajaran Sat Binmas, di antaranya KBO Sat Binmas Ipda I Nyoman Dana, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Teguh Widodo, serta Kanit Bintibsos Ipda Rusdin. Kehadiran struktur lengkap ini menunjukkan komitmen kolektif Polres Lombok Barat dalam meningkatkan standar keamanan di wilayah hukumnya.

Hingga berakhirnya acara, seluruh rangkaian kegiatan peningkatan kemampuan ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Para peserta diharapkan dapat menyosialisasikan kembali ilmu yang didapat kepada masyarakat di desa binaan masing-masing, sebagai bentuk edukasi dini mengenai keselamatan di air.

Dengan adanya pembekalan ini, Polres Lombok Barat berharap angka fatalitas akibat kecelakaan air dapat ditekan seminimal mungkin. Langkah preventif dan peningkatan skill personel ini menjadi bagian dari agenda besar Polda NTB dalam menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lombok. Pelatihan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala guna mengasah ketajaman respons personel kepolisian terhadap potensi bencana dan gangguan keamanan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *