Berita  

Gencarkan Door to Door System, Polsek Sekotong Bergerak Cepat Putus Mata Rantai Perundungan di Sekolah

Sinergi Kuat Polisi dan Guru di Sekotong Demi Lindungi Generasi Muda dari Perundungan di Sekolah dan Napza

Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman kenakalan remaja terus digalakkan oleh jajaran kepolisian di wilayah Lombok Barat. Langkah preventif ini dinilai krusial guna membentengi generasi muda dari dampak buruk perundungan di sekolah serta penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (Napza).

Melalui program Door to Door System (DDS) dan aksi sambang sekolah, aparat kepolisian secara aktif turun langsung berinteraksi dengan dunia pendidikan. Langkah nyata ini kembali ditunjukkan oleh personel Polsek Sekotong. Mereka menyambangi lembaga pendidikan di tingkat dasar dan menengah di kawasan Dusun Timbal, Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Sinergi Kepolisian dan Sektor Pendidikan di Sekotong

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, dimulai sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai. Dalam agenda ini, Kanit Binmas Polsek Sekotong bersama Bhabinkamtibmas Desa Taman Baru, Aiptu I Made Penita, bergerak bersama mendatangi dua sekolah sekaligus. Mereka mendatangi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Taman Baru dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Satu Atap (Satap) 3 Sekotong. Kehadiran para personel kepolisian ini disambut hangat oleh pihak otoritas sekolah, para tenaga pengajar, hingga puluhan pelajar.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan sebuah hal penting. Beliau menyatakan bahwa kegiatan sambang sekolah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Langkah ini sekaligus memberikan edukasi moral kepada anak-anak sejak usia dini.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita, khususnya yang duduk di bangku sekolah dasar kelas 5 dan 6, serta siswa SMP, memahami betul dampak buruk dari tindakan perundungan di sekolah dan bahaya nyata Napza. Melalui pendekatan yang humanis, kami menanamkan nilai-nilai saling menghormati dan disiplin diri,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat memberikan konfirmasinya terkait kegiatan tersebut.

Sosialisasi Bahaya Perundungan di Sekolah dan Napza bagi Pelajar

Dalam pelaksanaan edukasi di ruang kelas, Bhabinkamtibmas Desa Taman Baru bersama Kanit Binmas memberikan pemaparan interaktif mengenai apa saja yang termasuk dalam kategori perundungan di sekolah, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Para pelajar diberikan pemahaman bahwa tindakan mengejek atau mengucilkan teman dapat membawa dampak psikologis yang serius bagi korban.

Selain masalah tindakan bullying tersebut, materi mengenai bahaya Napza juga menjadi fokus utama dalam sosialisasi ini. Petugas menjelaskan secara normatif mengenai risiko kesehatan dan hukum yang mengintai siapapun yang terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Edukasi ini dikemas dengan bahasa yang sederhana agar esensi dari pesan kamtibmas tersebut dapat dicerna dengan baik oleh para siswa SDN 2 Taman Baru dan SMPN Satap 3 Sekotong.

Kapolsek Sekotong juga menambahkan bahwa peran guru di sekolah sangat vital dalam mengawasi setiap dinamika perilaku siswa selama jam belajar mengajar. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua menjadi pilar utama dalam menekan potensi perundungan di sekolah serta mencegah masuknya pengaruh negatif ke lingkungan belajar.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh tenaga pendidik dan para pelajar untuk selalu bersama-sama menjaga harkamtibmas di wilayah binaan agar tetap aman dan kondusif. Jika ada indikasi tindakan yang mengarah pada perundungan di sekolah atau hal mencurigakan lainnya, kami harap pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat,” tambah Iptu I Ketut Suriarta.

Dampak Positif Terhadap Kamtibmas Wilayah Sekotong

Kegiatan yang berjalan tertib dan dialogis ini membuahkan hasil yang positif. Melalui komunikasi dua arah yang dibangun oleh Kanit Binmas dan Aiptu I Made Penita, hubungan silaturahmi antara institusi Polri dengan pihak sekolah, baik guru maupun pelajar, terjalin semakin erat.

Para guru menyambut baik program berkala ini karena dinilai sangat membantu tugas sekolah dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Dengan adanya pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi hukum dan dampak sosial dari kenakalan remaja, diharapkan mata rantai kasus perundungan di sekolah dapat diputus. Melalui komitmen ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, dapat terus terjaga dalam kondisi yang aman, harmonis, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *