Lombok Barat, NTB – Menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Kabupaten Lombok Barat terus menjadi prioritas utama jajaran kepolisian, khususnya dalam menekan angka kriminalitas di jam-jam rawan. Upaya preventif ini diwujudkan melalui patroli dialogis yang intensif guna menyasar potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Upaya Preventif Polsek Sekotong Tekan Kriminalitas 3C
Pada Selasa dini hari, 28 April 2026, Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong kembali mengerahkan personelnya untuk menyisir titik-titik vital di wilayah Sekotong Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap tindak kejahatan yang dikenal dengan istilah 3C, yakni Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), serta bentuk kriminalitas lainnya yang kerap meresahkan warga.
Patroli yang dimulai tepat pada pukul 00.25 WITA ini memfokuskan kegiatannya di Dusun Medang, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah sunyinya malam bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang beristirahat maupun yang masih beraktivitas.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa patroli ini bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi proaktif kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Kegiatan patroli ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat di Sekotong merasa aman. Kami memfokuskan pada pencegahan kejahatan 3C melalui pendekatan yang lebih humanis dan dialogis,” ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam keterangannya.
Kolaborasi Strategis dengan Tokoh Masyarakat dan Pemuda
Dalam pelaksanaan tugas kali ini, sebanyak empat personel piket jaga Polsek Sekotong yang dipimpin oleh KA SPKT III, Aiptu I Ketut Satyawan, bergerak menggunakan kendaraan patroli khas mereka, “Kancil Sekotong”. Mereka tidak hanya berkeliling memantau situasi jalanan, tetapi juga melakukan aksi sambang ke rumah-rumah tokoh masyarakat serta tokoh pemuda setempat.
Interaksi langsung antara polisi dan warga ini menjadi poin krusial dalam menciptakan sistem keamanan yang partisipatif. Dalam dialog tersebut, petugas memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada dan proaktif dalam menjaga lingkungannya masing-masing.
Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan tokoh lokal adalah kunci utama keberhasilan menjaga Kamtibmas. Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat berharga bagi kepolisian untuk bertindak cepat sebelum gangguan keamanan membesar.
“Kami mengajak para tokoh masyarakat dan pemuda untuk berpartisipasi aktif. Jika melihat atau merasakan ada hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar, jangan ragu untuk segera menyampaikannya kepada personel Polsek Sekotong. Kecepatan informasi akan sangat membantu kami dalam mengambil tindakan pencegahan,” lanjutnya.
Hasil Pemantauan Lapangan dan Respon Positif Warga
Selama kegiatan berlangsung, tim patroli menyusuri lorong-lorong dusun dan berkumpul sejenak dengan warga yang sedang berjaga. Narasi yang dibangun oleh para personel di lapangan menekankan pada pentingnya silaturahmi untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Komunikasi dua arah ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik yang lebih kuat terhadap institusi Polri.
Berdasarkan laporan hasil kegiatan, situasi Kamtibmas di wilayah Kecamatan Sekotong, khususnya di Dusun Medang, terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Tim patroli tidak menemukan adanya indikasi kriminalitas menonjol maupun gangguan keamanan yang berarti sepanjang pelaksanaan tugas hingga dini hari tersebut.
Respon masyarakat terhadap kehadiran Polsek Sekotong pun terbilang sangat positif. Banyak warga yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi pihak kepolisian dalam melakukan patroli hingga ke pelosok desa. Kehadiran lampu biru dari kendaraan patroli “Kancil Sekotong” di tengah kegelapan malam dianggap sebagai simbol perlindungan yang nyata bagi mereka.
Menutup keterangannya, Iptu I Ketut Suriarta menyatakan bahwa kegiatan serupa akan terus ditingkatkan frekuensinya, terutama pada lokasi dan jam yang dianggap rawan berdasarkan pemetaan intelijen kepolisian. Hal ini dilakukan demi menjamin kenyamanan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun saat beristirahat di malam hari.












