Berita  

Personel Polsek Sakra Timur Lakukan Olah TKP Penemuan Bocah Tenggelam di Waduk Surabaya

LOMBOK TIMUR — Personel Polsek Sakra Timur melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan seorang anak laki-laki yang meninggal dunia akibat tenggelam di Pengempal Gomboh, Dusun Gubuk Tengak, Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur. Peristiwa tersebut pertama kali ditangani petugas sekitar pukul 20.30 Wita. Senin (27/4/2026).

setelah menerima laporan dari masyarakat. Korban diketahui bernama Dhalfin Guntur Sinar Akbar alias Guntur (9), seorang pelajar yang berdomisili di Lingkok Joet, Dusun Gubuk Lauk, Desa Surabaya. Kejadian ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian pun segera turun ke lokasi guna memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WITA saat korban bersama enam orang temannya pergi mandi di lokasi waduk tersebut. Menjelang pukul 18.00 WITA, teman-teman korban memutuskan untuk pulang guna bersiap mengikuti kegiatan mengaji. Namun, korban memilih tetap berada di lokasi meski telah diajak pulang. Keputusan tersebut menjadi awal dari peristiwa nahas yang kemudian terjadi. Rekan-rekan korban pun meninggalkan lokasi tanpa mengetahui kondisi yang akan dialami korban.

Sekitar pukul 18.09 WITA, keluarga mulai mencari korban karena tidak kunjung pulang. Pencarian dilakukan setelah diumumkan melalui pengeras suara Masjid At-Taqwa Desa Surabaya. Warga yang mendengar pengumuman tersebut langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi waduk. Upaya pencarian semakin intensif setelah ditemukan pakaian milik korban di tepi waduk. Warga kemudian turun ke dalam waduk untuk mencari keberadaan korban. Situasi saat itu dipenuhi kepanikan dan harapan.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.30 WITA oleh salah seorang warga bernama Anggara Pratama (28). Saat itu, saksi secara tidak sengaja menyentuh tubuh korban di dalam air dengan kedalaman sekitar tiga meter. Saksi kemudian memberitahukan kepada rekannya, yang langsung menyelam dan menemukan korban dalam kondisi kaki tertanam di lumpur dasar waduk. Korban diangkat ke permukaan, namun saat itu sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka oleh keluarga dan warga setempat.

Personel Polsek Sakra Timur yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP serta pengamanan. Petugas juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, di antaranya Anggara Pratama (28), Hadian (18), serta Sarpita Dewi (26) yang merupakan orang tua tiri korban. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal sekitar satu jam sebelum ditemukan. Keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas terkait penyebab kematian korban. Hal ini penting guna mencegah potensi gangguan kamtibmas di lingkungan setempat. Mengingat ayah korban masih berada di luar negeri, aparat turut mengantisipasi kemungkinan berkembangnya isu di tengah masyarakat. Secara umum, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pemantauan serta memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *